CUTI

Persyaratan

Cuti besar:
  1. fotokopi sah surat keputusan jabatan terakhir;
  2. surat keterangan dari instansi yang berwenang (ibadah keagamaan);
  3. surat keterangan dokter untuk kelahiran anak ke IV dan seterusnya.
Cuti sakit:
  1. surat keterangan dokter;
  2. untuk sakit lebih dari 14 (empat belas) hari harus melampirkan surat keterangan dokter pemerintah (berstatus PNS/bekerja pada unit pelayanan kesehatan pemerintah).
Cuti bersalin:
  1. surat keterangan dokter;
  2. untuk kelahiran anak ke IV dan seterusnya menggunakan hak cuti besar dengan melampirkan surat keterangan dokter.
Cuti diluar tanggungan negara:
  1. fotokopi sah surat keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil;
  2. fotokopi sah surat keputusan pangkat terakhir;
  3. fotokopi sah surat keputusan jabatan terakhir;
  4. fotokopi kartu pegawai;
  5. fotokopi Kartu Tanda Penduduk terakhir

Prosedur Permohonan

Cuti tahunan, cuti sakit, cuti bersalin dan cuti alasan penting bagi staf, pejabat struktural Eselon IV,III (selain Kepala Instansi) :
  1. Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan mengajukan permohonan secara tertulis kepada kepala organisasi melalui atasan langsungnya;
  2. setelah mendapatkan persetujuan dari atasan langsungnya, kepala organisasi menerbitkan surat cuti;
  3. kepala organisasi menyampaikan surat keputusan cuti kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.
Cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti bersalin dan cuti alasan penting bagi pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan struktural Asisten Sekretaris Daerah, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Kantor dan Camat :
  1. Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati c.q. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan;
  2. setelah mendapatkan persetujuan pejabat yang berwenang , Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan pelatihan menerbitkan surat cuti yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah atas nama Bupati;
  3. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan menyampaikan surat keputusan cuti kepada pegawai negeri sipil yang bersangkutan.
Cuti besar bagi Pegawai Negeri Sipil :
  1. Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan mengajukan permohonan secara tertulis kepada kepala organisasi melalui atasan langsungnya;
  2. kepala instansi mengajukan permohonan secara tertulis kepada Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan;
  3. apabila persyaratan memenuhi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan menerbitkan surat cuti yang ditandatangani oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan atas nama Bupati;
    Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan menyampaikan surat keputusan cuti kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.

Cuti diluar tanggungan negara :

  1. Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan mengajukan permohonan secara tertulis disertai persyaratan kepada kepala instansi melalui atasan langsungnya;
  2. setelah mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang, surat permohonan diteruskan ke Bupati cq. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan;
  3. apabila dikabulkan oleh pejabat yang berwenang, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan membuat Nota Persetujuan Kepala Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara yang ditandatangani oleh Bupati Sleman;
  4. atas persetujuan Kepala Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihanmengeluarkan Surat Keputusan Bupati tentang cuti di luar tanggungan negara;
  5. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan menyampaikan surat keputusan cuti kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.
Back to top button
Close
Close